Renata dan Hana berjalan pelan memasuki kamar Erland. Elena yang menyuruh keduanya masuk, mengingat Erland tidak mungkin keluar menemui mereka. Dokter Fabian sengaja menyuntikan obat penenang agar Erland bisa beristirahat. Gurat-gurat kelelahan di wajah lelaki itu jelas sekali menggambarkan kalau beberapa hari ini Erland tidak pernah beristirahat. Renata meringis pilu melihat tubuh kekasihnya yang terlihat sedikit lebih kurus dari terakhir mereka bertemu. Erland nampak tertidur dengan posisi memeluk guling, benar-benar menggemaskan. Hana menyeret sebuah kursi untuk duduk sedangkan Renata memilih duduk di tempat tidur Erland. Tangan gadis itu terulur menyentuh dahi dan leher Erland yang ternyata panas. "Panas banget sih, Lan. Maafin aku," ujar Renata penuh sesal. Hening. Tak ada lagi yang

