Sore itu, saat jam kerja telah usai dan sebagian besar karyawan sudah pulang ke rumah, Kekey dan Rani masih berdiri di depan pintu lift kantor. Keduanya sedang menatap layar ponsel masing-masing dengan ekspresi bingung yang sama persis. Penyebab kebingungan mereka adalah sebuah pesan singkat yang baru saja masuk dari nomor yang sudah mereka kenal baik: Pak Miko. Bahkan kalimat yang tertulis di sana terdengar begitu misterius dan penuh teka-teki. “Kalau kalian senggang, bisa ketemu sebentar? Ada hal penting.” Rani sampai menyipitkan matanya menatap layar ponselnya, seolah bisa menemukan jawaban dari sana. “Kenapa ya kita tiba-tiba diajak ketemu sama Pak Miko?” gumamnya penuh tanya. Kekey menggeser tali tasnya agar lebih nyaman di bahu. “Gue juga gak tau.” Dia menoleh ke arah Rani den

