Suasana kafe malam itu terasa cukup tenang. Lampu gantung dengan cahaya kuning keemasan menerangi ruangan, menciptakan suasana hangat yang seharusnya menenangkan. Namun hal itu sama sekali tidak terasa di meja pojok dekat jendela besar tempat Citra duduk saat ini. Wajahnya tetap cantik, penampilannya rapi, dan pakaian yang ia kenakan terlihat sangat mahal. Tapi jelas sekali, ekspresi wajahnya sedang tidak baik-baik saja. Di hadapannya, Lisa duduk dengan agak kaku sambil menggenggam gelas minuman dinginnya. Entah kenapa, Lisa mulai merasa semakin tidak nyaman setiap kali bertemu Citra. Awalnya ia pikir ia hanya sekadar membantu memberikan informasi biasa saja. Tapi sekarang… arah pembicaraan mereka mulai berbelok ke arah yang aneh dan tidak mengenakkan. “Jadi…” Citra bersandar santai

