Mata Semakin Panas

2124 Words

Siang itu, suasana pusat perbelanjaan terlihat sangat ramai dan hidup. Memang begitulah selalu bila akhir pekan tiba. Orang-orang berlalu-lalang di setiap lorong, menciptakan keriuhan khas kota besar. Aroma parfum mahal dari para pengunjung bercampur dengan wangi kopi segar yang menguar dari kafe-kafe yang berjejer rapi. Di antara lautan manusia itu, Zevi melangkah santai melewati deretan butik bermerek ternama, sebuah tas kecil jinjing tergantung santai di tangannya. Hari ini ia sengaja keluar sendirian, tanpa ditemani siapa pun. Tujuannya cuma satu: mengambil barang pesanan yang sudah ia tunggu selama hampir tiga bulan lamanya. Begitu sosoknya muncul di depan pintu butik Chanel, salah satu staf yang sedang bertugas langsung menyambutnya dengan senyum lebar dan ramah. “Kak Zevi?” Z

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD