*** Dhafin mengangkat kepalanya. Seketika ia tersentak. "Kamu?!!" Pupil mata Dhafin membesar saat melihat siapa yang telah membuka pintu ruang kerjanya tanpa mengetuknya terlebih dahulu. "Iya aku. Long time no see, Dhafin!" balasnya. Boleh Dhafin simpulkan? Senyumnya terlihat sendu. "What are you doing here?" tanya Dhafin penuh dengan penekanan. Adalah Anin yang datang saat ini. Perempuan itu tersenyum seperti biasanya. Penuh kasih sayang seolah semua yang pernah terjadi antara mereka hanya sesuatu yang tidak bermakna. Biasa-biasa saja. Kehadiran Anin membawa Dhafin pada perasaan takut yang luar biasa. Entah kenapa Dhafin merasa ada yang akan terjadi sekembalinya Anin saat ini. Anin melangkah lebih dekat kepada Dhafin. "Aku..." ucapnya ragu. Dhafin mengerutkan keningnya agar Anin

