Alexandra Pov. Begitu kami sampai diaparment.. satria yang tampak sangat marah menarik tangan gue kembali keluar apartment meninggalkan fabi dan siska yang sedang sibuk mengobrol tanpa menyadari kepergian kami. Sekarang gue dan satria lagi dijalan.. mobil melaju cepat tanpa gue tau tujuannya. Sambil menghela napas, gue memberanikan diri bertanya.. "Sat, kita mau kemana?" Padahal gue udah tanya dengan nada bicara setenang mungkin.. tapi satria malah mengacuhkan gue.. kemarahan masih tampak jelas diwajahnya.. ini nih yang bikin gue galau semalaman.. gue tau satria pasti marah dan kecewa ke gue.. sejak kecil dia selalu ada buat gue, seperti seorang kakak yang protektif.. dia jarang marah ke gue.. malah hampir ga pernah. Nah masalahnya klo udah marah pasti susah dimaafinya.. jadi merasa bers

