After Ending

1456 Words

    “Hiks, aku takut,” rengek Tarra.     “Nggak usah takut, Sayang. Aku pelan-pelan ya gerakinnya,” ujar Tian membujuk istrinya yang kini mulai ketakutan.     “Tunggu, bentar. Jangan digerakin dulu. Takut nanti sakit,” panik Tarra.     “Nggak kok. Percaya kan sama aku?”     “Musrik dong,”     Tian kemudian memukul pelan kaki istrinya karena gemas.     “Aw aw aw. Jangan bikin pergerakan. Tian, ah!” ujar Tarra sewot melototkan matanya ke Tian padahal posisinya lagi nggak banget. Tian di bawah dan Tarra di atas.     Tian tertawa geli dengan sikap istrinya.     “Mah…” ujar suara kecil menyela. Tian menoleh dan mendapati anak laki-lakinya Alexander Filbert Priambodo yang berumur empat tahun sedang menatap mereka dengan tatapan polos.     “Di situ … tetap di situ,” ucap Tarra memberikan

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD