Yoga menunggu kedatangan Ravindra dengan perasaan tak menentu. Ia bulak balik mengintip ke arah ruangan Arti, namun sosok yang ditunggu belum muncul. Ruangan makan tersebut memang terpisah tembok, tapi tidak ada pintu penutup jadi posisi Yoga yang ada di seberang ruangan Arti membuatnya mudah untuk memperhatikan. Hhh.. Ada ada saja! Kenapa hidup bisa penuh drama begitu? Hidupku rasanya baik baik saja. Semoga aku dijauhkan dari marabahaya, hidupku tenang tenang saja dan tidak ada keributan tidak perlu. Selang beberapa saat kemudian, Ravindra Wistara memasuki ruangan tempat Arti berada. Yoga dengan cepat membalikkan tubuhnya hingga membelakangi ruangan tersebut. Ia menikmati makanan dan minuman yang tersedia sambil menantikan yang akan terjadi di ruang seberang. *** "Untuk apa kamu

