Vya tiba lebih dulu di kantor notaris agar bisa berkenalan dengan notaris dan pengacaranya. Ia langsung menuju ruang rapat sesuai arahan Tama. Arya mengikutinya sambil membawa koper berisi uang. Setelahnya mereka menunggu kedatangan Ravindra dan Widuri. Tak lama berselang, keduanya pun tiba. Mereka duduk bersebelahan. "Uangnya sudah siap dalam bentuk tunai," Vya meminta Arya membuka kopernya. Widuri membelalak kaget menatap uang sebanyak itu secara tunai. Hal yang baru dilihatnya pertama kali. Ia langsung mencolek anaknya berulang kali. Ravi hanya diam dan bersikap tenang. Setelahnya, notaris menyodorkan surat perjanjian utang piutang tersebut. Ravi dengan seksama membacanya. Ia memperhatikan kalau sudah ada paraf dari pihak pertama yaitu Vya. Ravi lalu membukanya satu persatu

