Theo sedang membaca novel milik Vivi kekasihnya, dia berada tepat di tepi lapangan untuk menunggu Vivi yang sedang berlatih cheers. Tidak lama kemudian seorang guru BK datang berteriak memanggil Theo, tentu saja cowok itu tahu pasti ada yang melaporkan dirinya karena insiden Stevan. Theo berpura-pura tidak mendengar teriakan Pak Herman saat itu, tetapi suaranya cukup membuat anak cheers berhenti melakukan kegiatan. Vivi yang melihat kekasihnya tidak menggubris Pak Herman, akhirnya berjalan mendekati Theo dan meraih buku yang sedang di baca cowok itu. “Apa sih, Yang!” protes Theo. “Pak Herman manggil tuh,” ujar Vivi. “Biarin aja nape dah, kalo emang ada perlu ama gue ya biar ke sini orangnya,” balas Theo. Vivi hanya bisa menghela napas kasar, dan matanya melotot saat Pak Herman mulai

