Di saat sedang sibuk merapikan barang-barang itu, ponsel Vivi berdering cukup keras. Awalnya dia tidak menggubris suara dering ponselnya, tetapi pada akhirnya Vivi yang mulai kesal melihat ke layar ponsel. Nama Lia terpampang dengan Jelas di sana, tentu saja Vivi segera menekan ikon hijau pada ponselnya. “Ada apa ?” tanya Vivi dengan nada kesal. “Hik … Pipi … bisa kesini gak?” Suara Lia terdengar parau, Vivi yang mendengar langsung terlihat panik. “Lu kenapa? Yaya, woy!” seru Vivi. “Yaya ada di hotel, Pipi bisa ke sini gak? Yaya kirim alamatnya lewat chat ya?” “Iya, buruan!” ujar Vivi. Setelah memutuskan sambungan telepon, akhirnya pesan dari Lia masuk. Theo yang mendengar suara panic dari Vivi bertanya apa yang terjadi?. “Yaya nangis, gak tau kenapa. Gue mau ke sana, yang BMW gue

