Pagi ini Vivi bangun dengan badan yang terasa sangat nyeri juga pegal. Vivi melihat Theo yang masih terlelap di sampingnya dengan tangan yang memeluk tubuhnya dengan erat. “Yang, bangun! Kita harus ke sekolah,” ujar Vivi. “Ehm? Udah bangun ,Yang. Lu kenapa sih semalem gak teriak pas Thien ngelakuin itu semua?” tanya Theo. “Gue udah pingsan pas mau teriak, Ayang. Ya udah ayuk! Kita pulang aja! Atau kalo gak gitu langsung ke sekolah aja, kana da seragam di loker,” rengek Vivi. “Ya udah, mandi dulu aja.” Keduanya segera beranjak dan membersihkan diri secara bergantian. Ketakutan jika Vivi memiliki trauma karena kejadian malam ini membuat Theo semakin berhati-hati lagi. Setelah siap untuk pergi, Kira masuk ke dalam kamar itu dengan mengetuk pintu terlebih dahulu. Kira melihat keduanya su

