The.Vi - 22

1175 Words

Setelah masalah sebelumnya, Vivi hanya bisa menuruti keinginan Theo kali ini. Cowok itu menyuruh Vivi untuk menunggu dirinya yang masih harus menyelesaikan kompetisi di Tokyo University. Vivi hanya bisa duduk di dalam kamar hotel selama Theo tidak ada di sana. Bosan? Sudah bisa dilihat dari tatapan mata Vivi yang mulai jengah karena sejak pagi dia hanya melihat ponsel yang tidak ada notifikasi sama sekali itu. “Gue bosen! Asem si Theo! Argh!” seru Vivi. Tidak lama kemudian, seseorang mengetuk pintu kamar itu, dan membuat Vivi berjalan mendekati asal suara. Vivi melihat ada seorang room boy datang dengan membawa kereta makanan. Dan benar saja, makanan itu sudah dipesan oleh Theo sebelumnya. “Terima kasih,” ucap Vivi. Vivi menarik masuk kereta makanan itu, lalu dia memulai kegiatan mengu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD