Elma buru-buru pulang setelah jam kerjanya selsai, tapi tangannya ditarik seseorang dan membuat nya harus menghentikan langkahnya. "Pulang bareng aku ya!." "Ga usah deh Yan.Aku pulang sendiri aja, lagian deket juga kan." "Sttt kamu tau kan tidak ada penolakan untuk seorang Ryan Wijaya!" Elma menghela napas panjang, "Tapi kamu kan juga capek Yan.Rumah kita juga kan ga searah, aku ga mau ngerepotin kamu." "Nggak !, Pokonya aku anter kamu pulang, titik tanpa alasan apapun." tegasnya dan menarik tangan Elma menuju parkiran. Ryan tersenyum puas saat tak ada mobil Baim disana, itu artinya dia tak perlu dengarkan lambe turah dari Baim jika melihatnya semobil dengan wanita lain. "Yan, ga perlu gini juga kali..aku ga enak sama orang-orang kantor, nanti kalo mereka liat kamu sama aku terus

