Anisa. Sorenya aku harus kembali pulang dengan mobil Daring yang ku pesan beberapa waktu lalu, setelah harapan ku untuk menunggu kedatangan nya yang tak kunjung jua membuat ku sadar, ternyata apa yang di ucapkan nya tadi siang hanya pemanis di bibirnya tepatnya di depan pak Alfin rekan bisnisnya. Dokter Alif sudah menawarkan dirinya untuk mengantar ku tapi lagi-lagi dan untuk keberapa kalinya aku menolak tawaran pria baik ini. Tentu nya karena aku tau dia suka padaku itu sebabnya aku menolak nya untuk mengantar ku. Aku masuk ke apartemen dan tak lupa mendapatkan sapaan dari security yang akrab memanggil ibu Dokter. Seharian berada di tempat kerja membuat ku benar-benar merasa penat,ingin segera mengguyur tubuh ku dengan air untuk sekedar menghilangkan lengket di badan. Aku dan kak R

