*** Author POV. . . Nara menatap semua orang dengan tatapan kebingungan, Mama melepaskan pelukkannya kemudian menggiring Nara duduk di sofa menghadap kearah Opa dan Mimi. "Ada apa?" tanyanya bingung. Tapi entah kenapa rasanya dia ingin menangis. Dan kenapa pula mereka semua ada di rumahnya? Setelah cukup lama bungkam akhirnya Rama buka suara. "Davi kecelakaan mobil," katanya membuat mata Nara membulat, tanpa dapat di cegah air mata yang sejak tadi di tahannya keluar begitu saja. Sebegitu mudahkah dia menangis? "Kok bisa? Bukannya dia mau tunangan?" tanya Nara kembali dengan suara bergetar. Dan air matanya mengalir lebih deras saat mengatakan kata tunangan, menyakiti perasaanya sendiri. Semua terdiam membuat Nara kesal tidak sabar menunggu jawabannya tapi semua malah terdiam sembari m
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


