Mereka meninggalkan Maudy setelah tertidur tenang di kamar atas. Nuril dan Fathur memiliki pikiran yang sama dan berkecamuk dalam diri mereka. "Yank, gimana?" Tanya Nuril, dia memikirkan kejadian ini saja sudah membuat jantung berdebar kencang. "Ya, gimana lagi? Kita tunggu Maudy sadar aja deh tapi enggak usah bilang tante, takutnya dia khawatir" ujar Fathur sedikit tenang. "Kamu tahu enggak sih, sebenarnya aku itu pengen ngomong ke Maudy kalau itu Arga dan dia yang sudah nyakitin Maudy dan segala macam hal yang telah terjadi di kehidupan dia" gerutu Nuril, menoleh ke Fathur sekilas lalu melanjutkan, "aku tuh gedek banget sih. Salah enggak sih?" Tanya Nuril mulai ragu. Dia sadar terlalu membenci Arga, sikapnya memang sudah keterlaluan tapi, ya Arga juga kan salah. Keluarganya bahkan t

