Fathur dan Maudy sudah sampai di depan dan melihat Nuril yang memegang sapu. "Mana malingnya Ying?" Tanya Maudy, "Kamu kenapa? Gak apa kan beb?" Tanya Fathur. Nuril melihat kedua orang itu datang dan menunjuk orang di depannya yang sudah dipukul lebih dulu oleh Nuril, meringis karena memakai tangkai sapu yang lumayan kuat dari kayu itu. "Ini, kalian gak lihat?" Tunjuk Nuril kepada orang itu dengan garang, "Rein,? Teriak Maudy "kamu enggak apa-apa?" Kata Maudy lagi, dengan cepat melangkah ke arah Rein dan melihat lengan Rein yang memerah. "Ying, ini itu Rein temen aku. Dia yang mau ngajakin aku pergi nonton pasar malam. Kamu kasar banget sih. Merah ini, lihat!" Kesal Maudy dengan menghentakkan kakinya masuk ke dalam rumah. Sedang Nuril bingung harus apa, dia mau meminta maaf ya kok s

