"Apa kamu tidak sakit dengan luka sebanyak itu?" tanya Desi. Dia gadis yang perhatian. "Tidak. Ini sama sekali bukan masalah," jawab Devan sambil terus mengolesi luka itu. Lalu Devan membuka bajunya di depan gadis polos itu. Gadis itu berteriak sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Aaa ... bisa gak sih gak buka baju di sini?" protes Desi. "Oh, maaf. Tapi, bukankah Nona sudah melihat tubuh yang lebih besar dari ini?" kata Devan membuat Desi mengerutkan keningnya bingung. "M-maksudmu apa? Aku belum pernah liat badan cowok berotot sepertimu!" Devan sedikit menyipit. Apa gadis ini berkata jujur? Lalu, perkataan Tristan tadi apa? "Nona belum ..." Desi malah tertawa setelah dia mengerti arah pembicaraan Devan kemana. "Haha, lagian Tuan itu belum melakukan apapun. Dia hany

