"Kalau cemburu itu bilang saja, jangan pasang wajah jelekmu itu." ucap Ryan, tapi Meggy segera menyantap makanannya, berpura-pura tidak mendengar sindiran Ryan padanya. Ryan hanya tersenyum menggelengkan kepalanya. ***** "Aku senang kalau kamu cemburu." ucap Ryan lagi, namun kali ini sambil menyantap makanannya, dan gantian Meggy yang menatapnya dengan tersenyum. "Aku harap aku bisa cemburu, tapi aku tetap tidak cemburu. Mungkin karena wanita itu memang pantas untukmu. Dia seorang CEO cerdas, cantik, dan baik. Bukankah sangat disayangkan kalau kamu justru selalu menyuruhnya pergi?" sahut Meggy. "Ya, aku akui memang dia wanita yang sempurna, semua pria normal pasti akan menyukainya. Aku yang tidak normal saja menyukainya." ucap Ryan. "Kalau memang menyukainya, kenapa justru mengusirnya

