Robin P.O.V Aku menghela napas panjang berkali-kali. Aku bingung apa yang harus kukatakan pada Meggy tentang kondisi Willy saat ini. Pukulanku ternyata membuat Willy semakin parah, meskipun dokter dan orang tua Willy mengatakan bahwa hal itu bukanlah penyebabnya. Aku melihat Willy semakin sekarat, transfusi darah yang dilakukan sepertinya tidak bisa membantu lagi, karena kucuran darah itu masih terus mengalir keluar dari hidung Willy. Willy sekarat saat adikku barusaja mengakui bahwa dia hamil. Apa yang harus kulakukan??? "Kak.." panggil Olin yang kini sudah berada di sampingku, menyusul ke rumah sakit untuk menemaniku dalam masa sulit ini. "Olin, aku sudah berbohong pada Meggy. Aku tidak tahu harus memberinya kabar apa tentang Willy. Aku tidak mau dia semakin cemas dan berakibat b

