Bab 23

2184 Words

Hujan turun tanpa suara gemuruh. Gerimis tipis yang membuat lampu kota Jakarta tampak kabur, seolah realitas sengaja dilembutkan agar kebohongan terlihat lebih mudah diterima. Arga berdiri di balik jendela apartemen lantai dua puluh itu, kemeja hitamnya terbuka satu kancing, tangan kirinya menekan kaca dingin seakan ingin memastikan dunia di luar masih ada. Ia tidak tidur semalaman. Bukan karena insomnia. Melainkan karena ada sesuatu yang tidak lagi bisa ia kontrol—dan itu membuat dadanya terasa sesak dengan cara yang tidak ia kenal sebelumnya. ORPHEUS diam. Terlalu diam. Biasanya, sistem itu akan memberi notifikasi mikro: perubahan lalu lintas data, fluktuasi perilaku target, atau sekadar laporan redundan yang sebenarnya tidak perlu. Tapi sejak dua belas jam terakhir, antarmuka di

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD