“Karena aku tidak pernah menyukai orang lain. Sejak dulu, aku hanya menginginkan satu wanita dalam hidupku. Gadis yang aku jaga sejak kecil. Gadis kecilku.” Kalimat ajaib itu terus berputar di kepala Zaina. Bahkan setelah Barra memutuskan panggilan karena harus menghadiri rapat. Kenapa di saat penting seperti ini, Barra harus pergi. Padahal dia masih ingin mendengarkan hal lain yang mampu membuatnya melayang ke angkasa. Kenapa setiap ada momen menyenangkan begini, Barra selalu menghilang dengan cepat. Namun, tidak masalah. Zaina sudah sangat bahagia karena kata-kata yang didengarnya. Mengapa dia tidak merekam suara Barra yang menggemaskan tadi. Jadi, bisa didengarkan kembali kapan pun dia mau. Zaina membaringkan tubuh di atas tempat tidur. Dia memandangi langit-langit kamar yang berwarn

