Gue masuk ke mobil, gak langsung nyalain mesin tapi diem dulu, ngatur nafas sekaligus ngatur emosi. Mendadak, gue kepikiran semua ucapan gue tadi, kok kesannya gue kasar banget sama cewek, dan ya Tuhan, dilihat banyak orang. Kemana sih otak gue tadi? Ponsel di saku celana gue bergetar, panggilan masuk dari Tiara, gue langsung menggeser logo answer ke kanan untuk menjawab panggilannya. "Mas? Lo di mana?" "Lo di mana?" "Tangga, lo di mana mas?" "Parkiran." "Gue ke situ, boleh?" "Sini aja." "Mobil apa motor?" "Mobil." "Oke sebentar ya, Mas." Panggilan terputus dan gue meletakkan ponsel gue di tempat duit receh. Gue mengatur lagi nafas gue. Entah kenapa, ada perasaan lega setelah semua unek-unek gue keluar langsung kepada Lika. Gue merasa akhirnya semua kekesalan itu keluar dan di

