one hundred-thirty seven !

1791 Words

Lelaki paruh baya itu baru saja keluar dari sebuah gedung pencakar langit yang ramai dan sibuk. Dia menenteng folder kaku di tangan kiri dan ponsel di tangan kanan. Begitu sampai di luar, ia celingukan mencari- cari taksi. Namun sebelum ia sempat melambaikan tangan, seorang wanita berdiri di depannya dan menatapnya lekat- lekat. Wanita itu tersenyum tipis dan bertanya, “Sudah selesai?” Pria itu terperangah, namun tetap mengangguk lambat- lambat. “Kamu sibuk?” tanya si wanita lagi. “Nggak. Kenapa?” “Bisa kita bicara sebentar?” “Kita sudah bincang- bincang tadi di taman. Bareng Vinny.” Fitur wajah wanita itu mengeras sedikit. “Kali ini tanpa Vinny? Plis?” pintanya. Sejenak si pria heran dan bertanya- tanya apa yang akan mereka bicarakan. Tapi begitu menyadari kekukuhan si wanita, ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD