"Kau melamunkan apa, Sayang? Biar aku tebak, apakah posisi bercinta kita yang baru? Katakan kepadaku, kau menginginkan yang bagaimana? Nanti malam akan aku lakukan untukmu." Cavara sangat tahu jika lontaran pertanyaan bertubi dari Albert bentuk rayuan. Dan, ia merasa kesal akan dirinya yang mudah terpancing. Menunjukkan reaksi berlebihan, seperti kedua pipi semakin merona merah. Pasti akan terlihat jelas oleh Albert. Senyuman ditampakkan pria itu pun menjadi tolok ukur bahwa dugaannya memang benar. Sungguh, rasa malu bertambah. "Posisi bercinta? Aku tidak memikirkannya karena aku sudah menyerahkan tanggung jawab itu semua kepadamu. Aku hanya perlu menuruti instruksimu. Aku tahu kau lebih ahli dariku," jawab Cavara dengan nada yang dibuatnya agar terdengar sesantai mungkin. Tawa mengiring

