Hancur Dalam Semalam

1821 Words

Sekian detik berlalu, Devan masih belum melepaskan pagutannya pada bibir Kia sementara Kia berusaha setengah mati untuk bisa mencari celah, menghirup udara sebanyak-banyaknya. Ini ciuman pertama yang begitu menyakitkan. "Van, lepaskan!" pekik Kia tertahan. Setelah berhasil mendorong tubuh kekar dan tegap itu sedikit menjauh, Kia terbatuk-batuk, ia sedang berusaha menetralkan kembali kondisinya yang masih saja shock. Bibir Kia tampak menebal, sedikit bengkak sebab kuatnya gigitan Devan barusan. Lelaki itu tertawa kecil dengan wajah sinis. "Kau bilang mau menebusnya bukan?" tanya Devan mendekat lagi. "Bukan begini, Van. Kita bisa bicara baik-baik." Kia menggeser tubuhnya, sebab untuk mundur dia tidak bisa lagi. Tembok dingin menjadi penghalang. Kia memandang Devan dengan tatapan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD