MO || BAB 28

2793 Words

Pagi harinya, Anggi mulai mengerjapkan matanya karena suara ketukan pintu dari kamarnya. Ia kembali menimang dan memastikan bahwa ia tak salah dengar dan ketukan untuk kesekian kalinya benar-benar membuatnya terduduk. "Iya, sebentar," sahut Anggi agar pengetuk tahu bahwa ia sudah bangun. Ia masih melihat Aditya tertidur pulas di sisinya. Perempuan itu segera bangkit dan perlahan beranjak dari ranjangnya karena tak ingin membangunkan Aditya. Anggi segera mengambil bajunya dan mengenakannya. Setelah itu, ia berjalan ke arah pintu sembari merapatkan baju tidur yang berbentuk piyama itu ke tubuhnya. Ceklek! Pintu terbuka dan ia terkejut mendapati Anindya sudah di depannya. Anggi sadar bahwa semalam mereka terlibat salah paham dan hal itu membuat Anggi menjadi canggung kepada Anindya. "Eh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD