“ Mas…bangun, mas Alwan bangun sudah Adzan subuh,” Najwa menggoyang – goyang tubuh Alwan. Hingga membuat Alwan menggeliat dari tidunya karena masih ngantuk. “ Ah…berisik, apa sih mau kamu sebenarnya? Ini kan baru jam empat tiga puluh pagi. Udah ah…kamu jangan ganggu, aku masih ngantuk,” Alwan menarik guling dan memeluknya sambil matanya masih terpejam. “ Iiiih…bangun ada panggilan dari Masjid,…cepetan kalau gak bangun aku cium,” Alwan terperanjat saat ada yang menyentuh bibirnya dengan lembut namun hangat. “ Najwa!!! Kamu apa – apaan. Bibirku ini hanya untuk Sintia, kamu sudah meanggar perjanjian,” Alwan matanya melotot dan langsung terbangun dari tidurnya. “ Habisnya kamu gak mau bangun dari tadi…lagian tidak ada kesepakatan kalau aku gak boeh nyium kamu. Aku istrimu berhak juga unt

