dua bulan sudah aku tinggal bersama keluarga ibu Renata. Aku merasa menemukan keluarga baru dalam hidupku. Kebaikan, kasih sayang dan perhatian mereka berdua, sungguh tidak bisa dilukiskan dengan kata - kata paling indah sekali pun. " Fan, kamu jangan lama - lama didepok, Kasian Meriska tidak ada yang ngater kedokter untuk kontrol kandunganya yang sudah memasuki bulan kedua," ucap ibu mengingatkan mas Arfan. " Gak apa - apa bu, Meriska bisa pergi sendiri naik taksi online," jawabku tidak enak hati kalau harus terus terusan merepotkan mas Arfan. Walau bagaimana, mas Arfan bukan siapa - siapa aku. " Arfan cuma tiga hari kok bu, Arfan pergi dulu, Assalammualaikum," jawab mas Arfan sambil mencium tangan ibu mohon doanya. Aku pun segera mengantar mas Arfan sampai didepan pintu mobil. " Mer

