Curahan Hati Silla

1328 Words

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Silla sadar. Matanya mulai terbuka. Silla memutar pandangannya mengamati sekitar ruangan tempat dia di rawat. " Dimana...aku?" Silla bertanya dengan ucapan yang begitu pelan namun jelas terdengar oleh Firman dan Alfian. " Alhamdulillah kamu sudah siuman, nak," Alfian langsung memeluk dan mencium Silla. " Pa-pa, kok Silla ada di rumah sakit?" " Kamu kenapa, nak. Papa tahu kamu lagi mendapat tekanan, tapi bukan berarti kamu harus putus asa, ingat nak, bunuh diri itu dosa," ucap Alfian sambil tidak henti menciumi putrinya itu. " Maafkan Silla, pah. Silla sudah nyusahin papa, Silla sudah gak sanggup lagi hidup, pah. Silla sudah tidak ada lagi harapan dimasa depan," ucap Silla sambil.menangis. Sementara itu, Farah dan Anisa pun tiba diruangan rawa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD