" Anisa! awas!" Dengan cepat Firman menarik kursi roda yang dipakai Anisa. Telat satu detik saja, mungkin nyawa Anisa bisa melayang. " Kamu tidak apa - apa sayang?" Firman langsung memeluk Anisa yang sempat terjatuh. " Aku tidak apa - apa mas," jawab Anisa wajahnya terlihat pucat. Ramdhan yang yang kebetulan diatas sepeda motor, langsung tancap gas mengejar mobil yang baru saja hampir menabrak Anisa. Kejar - kejaran pun terjadi, karena mobil yang dikendarai Rahel melarikan diri. Ramdhan yang memang ahli dalam mengendari sepeda motor begitu sigap menempel mobil Rahel yang tetus meluncur dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya Rahel membelokan mobil masuk Tol pateur hingga Ramdhan tidak bisa lagi mengejar. " Hampir saja aku tertangkap." ucap Rahel sambil mengelus dadanya. " Gila, heb

