POV Devinka " Halo, mas," ucapku Setelah ponsel menempel ditelinga. " Apa kabar yang disana?" tanya Aldo " Aku gak tahu mas, aku bingung dengan perasaanku," ujarku sambil memandang laingit - langit kamar. " Sayang," " Apa, mas?" " Aku lagi menghafal ijab qobul buat hari esok, soalnya belum apa - apa aku sudah grogi. Padahal wanita cantiknya jauh disebrang telepon," " Masa sih mas," ucapku sambil mengulum senyum. Hatiku selalu berbunga saat mas Aldo mai menggombaliku. " Aku sudah tidak sabar menunggu hari esok. Kamu sendiri gimana?" " Masa,kalau aku biasa saja," ucapku berbohong. Padahal aku pun sama, sudah tidak sabar menunggu hari esok. Hari dimana mas Aldo akan mengsahkan aku. " Dasar pembohong. Aku tahu kalau kamu sudah lebih tidak sabar lagi. Kayanya kalau wakti bida di p

