POV Maya Aku kembali ke apartemenku, setelah mendapatkan semua yang aku inginkan. Berkat Mas Haris, aku akhirnya bisa memiliki tas yang jadi impianku. Walau imbalannya, aku harus selalu siap melayani hasrat laki - laki yang pantas dipanggil ayah olehku itu. Dalam perjalanan, kedua temanku terus memuji keberhasilan yang aku raih, karena sudah bisa menaklukan duda beranak satu itu. Bahkan Salma memintaku untuk bilang ke mas Haris, agar mau memperkenalkannya dengan salah satu temannya yang juga kaya dan masih muda, juga ganteng. Pikirku, jangankan Salma, aku pun naksir padanya, namun aku sudah terlanjur menerima tawaran mas Haris untuk jadi simpanannya. Pria tampan yang dimaksud oleh Salma itu, bukan tipikal orang yang seperti mas Haris, yang mudah tergoda. Aku bertemu dengannya pada saa

