Aku hanya bisa memejamkan mata menahan rasa sakit atas perselingkuhan yang dilakukan suamiku. Aku tak tahu harus berbuat apa. Sementara wajah mas Hendro mempeihatkan seperti tidak menyesali apa yang sudah dilakukannya. Aku terbelenggu dengan kepalsuan cintanya yang selalu memperlihatkan kepolosan dibalik kelicikannya. " Sayang, lain kali hati - hati kalau mau masuk kamar, nanti kamu terjatuh lagi," Ucapan yang terlihat perhatian oleh ibu, tapi ejekan untuk aku. " Aku tahu maksud dari perkataanmu mas. Kamu pasti akan mengulangi lagi perbuatanmu itu. Tapi, aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Tunggu sampai aku pulih mas, aku pastikan lilis akan aku pecat," bisikku dalam hati. " Dengar apa yang dikatan suamimu itu Ras. Ibu memang tidak salah memilih menantu macam Hendro, yang selalu menj

