Waktu sudah menunjukan pukul sebelas tiga puluh saat mereka tiba dirumah. Terdengar suara tangis anak kecil di ruang keluarga. " Sepertinya Raja lagi nangis bang?" ujar Silvia sambil mengetuk pintu Rumah. " Raja? siapa bang?" tanya Verra sambil melirik kearah Radit yang juga melangkah menghampiri Silvia. " Keponakan kamu," jawab Radit. Verra menoleh kearah Edo yang dari tadi diam saja. Sepertinya Edo sedang gugup. Maklum mau ketemu calon mertua. Edo hanya merentangkan kedua tangannya sambil mengangkat bahu sedikit. Verra segera menghampiri Radit dan Silvia ingin bertanya. Namun pintu rumah sudah dibuka dari dalam. Mama Farah keluar sambil memangku Raja yang nangis segukan. " Syukurlah kalian sudah pulang, Raja nangis dari tadi," ucap mama Farah sambil menyerahkan Raja pada Silvia.

