Kavin and Rillo

1230 Words

Dibutuhkan keyakinan besar agar hati tak berpaling, dan keyakinan itu bukan hanya ditumbuhkan, namun juga harus dijaga dan dipelihara. ***   Kavin's POV   Gue tau gue salah, dan Egita pun juga sama. Berawal dari kejenuhan semuanya berubah jadi seperti ini. Gue tidak memungkiri kalau gue merasa lebih nyaman sama Mayang saat ini. Kalau gue bisa memutar waktu, gue tidak akan membiarkan kejenuhan ini berlarut-larut. Tapi gue tau, waktu bukanlah sesuatu yang bisa diulang dan diratapi. Kalau sekarang gue sudah kehilangan Egita, gue tidak mau kehilangan Mayang. Percakapan gue dengan laki-laki tadi membuat gue sadar, kalau dia lebih menginginkan Egita jauh dibandingkan gue. Delapan jam yang lalu. “Bisa kita bicara sebentar?” Suara laki-laki itu membuat hati gue bergemuruh. Melihat bagai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD