Heart Choice : Bab 28

1631 Words

Indah terus menerus menepuk pelan pipi Zahra, seraya memanggil nama adik iparnya. "Zahra!" panggil Indah khawatir. Kenapa Indah sebegitu khawatir? Karena adik iparnya tidur, tapi malah menangis. Entah itu karena mimpi buruk atau apa, dia pun bingung. Kalau pun cuma mimpi buruk, tidak mungkin sampai seperti itu. Zahra tertidur di ruang tengah setelah membantunya masak makan siang tadi. Beruntung saat ini sang mami sedang tidak ada di rumah. Beliau sedang pergi ke suatu tempat dengan suaminya. Mereka bahkan baru saja pergi, jadi tidak akan tahu putri bungsunya seperti itu. Kalau tidak ... sudah dia pastikan mami dan papi mertuanya bertanya-tanya. Hanya tadi sebelum pergi, sempat berpesan ke dirinya kalau adik iparnya bangun, bilang ke Zahra kami pergi suatu tempat sebentar. "Mbak," ra

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD