Savannah [52]

1774 Words

Setelah wanita itu benar-benar sudah pergi dari pandangannya hatinya langsung mencelos dan seketika lututnya mendadak lemas sehingga ia terduduk lemas di kursinya. Tangannya gemeteran masih sambil memegang sepucuk surat dan amplop yang sudah ia ketahui isinya. Dadanya panas dan berdebar tidak karuan. Ia marah dan sangat membenci Jasmine namun ia tidak bisa melakukan apa-apa. Pintu ruangan terbuka dan kini Lita yang memasuki ruangan. Sava tadinya ingin langsung memasang wajah marah kalau-kalau si wanita yang sudah bermain apa dengan suaminya itu akan kembali datang. “Ibu baik-baik saja?” tanya Lita khawatir. “Tidak, Lita.” “Mau saya bawakan sesuatu, obat mungkin atau ibu butuh sesuatu yang lain?” Sava menggeleng. “Tidak usah, Lita. Saya hanya ingin berpesan kalau jika ada Jasmine da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD