30

3655 Words

Udara semakin dingin terasa. Penghangat ruangan yang otomatis mendeteksi udara di dalam ruangan bekerja lebih ekstra untuk membuat hangat mereka yang masih terlelap. Lampu-lampu dimatikan. Terkecuali kamar mandi dan lampu di atas nakas samping tempat tidur. Dimana Lamia berbaring terlentang, berbantalkan tangan kekar milik Roose Nata yang masih mendekapnya dalam diam, menikmati sensasi menyenangkan yang timbul ketika mereka sedekat ini hanya untuk tidur, melepas penat. Kedua mata Nata mengerjap. Memandang jam weker di atas nakas. Pukul tiga pagi. Matahari belum bangun dari tidurnya. Atau dia masih punya waktu untuk kembali terlelap sebelum pukul enam. Tetapi, menikmati pemandangan seorang gadis yang terlelap damai di sampingnya bukan hal yang bisa dilewatkan begitu saja. Seorang Agneli

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD