27

1391 Words

Tulip Agnia memainkan kakinya. Menatap datar pada kolam renang yang memantulkan cahaya lampu taman yang indah. Dia menghela napas, memeriksa pergelangan tangannya sendiri yang sempat tergores dan meninggalkan bekas karena masa lalunya. Dan seberuntung itu dirinya karena Lamia dan Alana menemukannya. Agnia tersenyum saat dia mengenang kenangan pahit itu. "Sayang, kau di sini?" Agnia menoleh. Menemukan Tuan Rendra tengah bertelanjang d**a dan hanya memakai jubah tidur berjalan menghampirinya. Kedua tangan Agnia terkepal di atas pangkuan. Dia memaksakan satu senyum sensual yang membuat milik Tuan Rendra naik dan terangsang. "Ya, apa kau baru saja selesai mandi?" Dan harus menahan diri dari rasa mual dan jijik karena ulah pria itu. Tuan Rendra mungkin pria matang berusia tiga puluh lima

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD