Bab 17 : Bibir Mungilnya Yang Menggoda

1115 Words

Keesokan paginya, Elsa berangkat ke kantor lebih awal dari biasanya. Dia membantu menyiapkan ruang rapat yang akan digunakan untuk pertemuan. Selain itu harus menyiapkan berkas yang dibutuhkan. Banyak sekali hal yang harus ia kerjakan, tapi Elsa melakukannya dengan sempurna. Setengah jam dari waktu yang telah ditentukan, semua persiapan telah selesai dikerjakan. Elsa berniat menghubungi Asisten Hanz untuk melapor, tapi saat mengeluarkan ponsel kepala terasa berputar dan tubuh seperti melayang. Elsa benar-benar akan terjatuh jika tidak dengan segera berpegangan. Bersama dengan itu, pintu ruang rapat terbuka. Seorang pria mengenakan jadi hitam dengan rahang yang kokoh berjalan menghampirinya. "Sakit?" tanyanya singkat padat dan jelas. Elsa perlahan mengangkat wajahnya, menemukan sosok

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD