Di ruangannya, Theo beberapa kali melihat jam tangannya yang telah menunjukkan angka lima. Itu berarti jam bekerja telah berakhir. Namun hal itu sama sekali tidak membuat pria berusia 30 tahun itu senang ataupun bersemangat. Bahkan seiring berputarnya jarum jam, kerutan di keningnya menjadi nyata. "Tuan, apa Anda memiliki perintah?" Hanz, dia sudah sudah berdiri setengah jam di depan meja kerja Theo. Sejak saat itu ia tak melakukan apapun dan hanya menyaksikan sang tuan yang terus memperhatikan jam tangannya. Theo mengangkat wajahnya. Tatapan yang tajam membuat Hanz menahan nafas beberapa detik. "Apa dia masih berada di ruangannya?" tanya Theo. Hanz seperti orang bodoh yang kebingungan dengan maksud pertanyaan Theo. Dia siapa? Tapi tak lama kemudian dia mengerti siapa 'dia' yang

