"Demi Allah, Far, aku tidak akan menceraikanmu." Itu kalimat terakhir Farrel sebelum menutup telepon. Fara langsung ingin memaki tapi ia menahan diri. Perempuan itu hanya melempar ponselnya hingga tercerai berai lantas menangis terisak-isak. Kesal setengah mati pada Farrel. Sementara Farrel menenangkan diri. Lelaki itu mengusap wajahnya kemudian bergerak mengambil wudhu. Ia butuh ketenangan. Namun pikirannya malah makin berkecamuk. Ia mencoba membawa diri untuk mengaji tapi malah terisak-isak. Tak kuat menyimpannya sendiri, ia mencoba menelepon Ustad Marshall. Ia tahu kalau ini urusan rumah tangganya tapi ia percaya lelaki itu bisa memegang amanah untuk tak menyebarkan aib rumah tangganya. Begitu telepon diangkat, Farrel menceritakan segalanya dengan penuh kejujuran. Ia hanya meminta pend

