BAB 24 KMJN

2422 Words

Air dingin berhenti menetes. Aginos berdiri diam di depan cermin, tubuh beruap, kulit pucat karena dingin. Ia menatap refleksinya seperti sedang menilai musuh lamanya sendiri. Mata kelam itu tak lagi sekadar mencerminkan pemimpin besar Falcone Group, dan seorang Mafia kejam tapi juga pria yang sedang berperang dengan pikirannya sendiri. Sebuah ketukan ringan di pintu membuatnya menoleh cepat. Kali ini dia melakukan pendinginan mesin tubuhnya di ruang kerja nya. Marco muncul di ambang pintu, menunduk hormat. “Tuan, semua laporan dari Rhory dan Praha sudah masuk. Dua gudang bersih, tapi di Hamburg kita kehilangan tiga orang. Sepertinya orang Selatan mulai bergerak lagi.” Aginos menyambar handuk, mengeringkan wajahnya tanpa ekspresi. “Siapa yang mereka kirim?” “Belum jelas, tapi nama y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD