Gerald mengulurkan tangannya, menggenggam jemari Sandra dengan lembut. "Cemburu itu wajar, asal jangan cemburu buta. Kamu cemburu, aku senang. Itu artinya kamu sudah mulai mencintaiku." Matanya berbinar, memancarkan ketulusan yang sulit untuk tidak dipercaya. Sandra hanya mengangguk kecil, membiarkan dirinya tenggelam dalam suasana hangat di dalam mobil itu. Gerald kemudian menyalakan mesin dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, seperti ingin memperpanjang waktu kebersamaan mereka sebelum sampai di tujuan. "Kamu bisa masak?" tanya Gerald tiba-tiba, memecah keheningan yang nyaman. Sandra memutar matanya sambil tersenyum kecil. "Bisa dong. Yang masakin steak di kantin dulu, memangnya siapa?" Gerald tertawa, tawa yang membuat garis-garis di wajahnya terlihat begitu memesona. "Lup

