Untuk mengalihkan kegugupannya, Sandra mulai mengamati apartemen itu. Dinding kaca besar di ruang tengah memperlihatkan pemandangan kota yang memukau, lampu-lampu gedung tinggi berkelip seperti kunang-kunang di tengah malam. Sofa mewah, lukisan abstrak di dinding, dan koleksi buku di rak membuat apartemen itu terasa hangat dan personal. “Apartemen kamu bagus, rapi, dan wangi,” ujar Sandra, suaranya terdengar lembut, seperti alunan musik klasik yang mengisi ruang. Matanya menjelajah setiap sudut ruangan, terpikat pada detail-detail yang membentuk kesempurnaan tempat itu—tirai beludru yang jatuh anggun di jendela besar, lampu gantung modern yang memancarkan kilau lembut, hingga lantai kayu yang berkilau bagai cermin. Gerald terkekeh pelan, senyum kecil muncul di sudut bibirnya. “Ada AR

