Delio tiba di rumah setelah bertemu dengan Nara. Jelas terlihat wajahnya yang lesuh karena rencana yang sudah ia susun sebelumnya tidak berjalan sesuai rencananya. Langkah Delio menuju kamar terhenti ketika mendengar obrolan pembantu rumah tangga dengan supir pribadi Ayahnya. Ia mendengar nama Nara dan Ayahnya samar-samar disebutkan oleh kedua orang yang sedang mengobrol itu. Tanpa sadar, Delio jadi menguping pembicaraan orang lain. “Saya sih sudah nebak dari dulu, kentara kok gimana cara tuan memperlakukan nona Nara” Kata pembantu rumah tangga dengan khas medoknya. “Saya malah gak nyangka loh. Saya kiranya tuan bakal ngelamar siapa gitu pas tuan minta diantar ke toko perhiasan. Ternyata mah orang yang kita kenal” Meski belum terlalu yakin, namun perasaan Delio mulai tidak nyaman. Ia s

