"Kami merestui hubungan kalian berdua. Tapi dengan satu syarat dan itu bersifat mutlak." Nadin dikejutkan dengan sebuah tangan yang menyentuhnya, membuatnya langsung tersadar. Ia terkejut, menoleh ke arah sampingnya dimana pria itu sedang mengulas senyum padanya. Bukannya tidak suka dengan restu yang sudah didapatkannya, namun ia masih merasa bingung dengan keputusan tiba-tiba dan terkesan membingungkan dari keluarga Reno. Nadin hanya mampu tersenyum tipis saja, meski dalam hatinya sudah ada seribu satu macam pertanyaan. "Kamu mikirin apa? Kita sudah lama sampai di rumahmu, tapi kamu terus ngelamun." Ucap Reno. "Ada apa? Kamu gak senang dapat restu dari keluargaku?" Tanya Reno kembali. Dia tidak bertele-tele dalam mempertanyakan hal itu. Nadin menggelengkan kepalanya, "tidak. Bukan s

