Bab 33. Nadin Pingsan Lagi

1364 Words

"Sini kamu perempuan licik!" Tidak ada satu orangpun yang tidak mendengar teriakan menggelegar dari Ren saat ia memasuki aula itu, bahkan setiap langkahnya pun menjadi sorotan semua mata. Pancaran wajahnya sudah menunjukkan murka yang tidak bisa ditahan-tahan lagi, kesabarannya sudah tidak ada sedikitpun yang tersisa untuk bisa dikendalikan menjadi ketenangan. Yang ia butuhkan saat ini hanyalah satu, melampiaskannya pada orang yang tepat dan bertanggung jawab atas hal tersebut. Gina lah jawabannya. Siapa lagi? Perempuan itu selalu memancing emosi Reno lewat Nadin, tidak menghargai Nadin sedikitpun meski notabennya sebagai kakaknya sendiri. Mengunci di toilet dan pura-pura tidak melakukan kesalahan sedikitpun, itu lah titik kesalahan terbesar Gina yang membuat Reno murka. Ditambah deng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD